Zona-zona Petualangan
Monday, February 27, 2017
Wednesday, January 14, 2015
ISTANA AIR TAMAN SARI
Satu dari sekian banyak tempat wisata sejarah yang ada di Yogyakarta
adalah Istana Air Taman Sari Yogyakarta yang terletak di Jalan Taman,
Yogyakarta. Taman Sari terletak sangat dekat dengan Keraton
Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15
menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan tempat
rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan
yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.
Sekarang, Istana Air Taman Sari merupakan salah satu cagar budaya di
Yogyakarta yang telah menjadi tempat wisata populer di kota ini.
Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis karena beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.
Bangunan yang mempunyai luas awal 10 hektar ini mempunyai 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini dibiayai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan menggunakan jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis karena beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.
MALIOBORO
Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta
Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo.
Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu Yogyakarta, Stasiun Tugu, Gedung Agung,Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.
KEDIRI
Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SGL adalah Bangunan yang menjadi icon Kota Kediri yang bentuknya menyerupai ARC DE TRIOMPHE yang berada di Paris, Perancis. SLG mulai di bangun pada tahun 2003 dan diresmikan pada tahun 2008 yang digagas oleh Bupati saat itu Sutrisno. Bangunan ini terletak di Desa Tugu Rejo, Kecamatan Gampeng Rejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya di pusat pertemuan 5 jalan yang menuju ke Gampeng Rejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Ploso Klaten Kediri.
Subscribe to:
Comments (Atom)


